Referensi Siswa Masa Kini

Asal Usul Kepulauan Raja Ampat

0

Kepulauan Raja Ampat adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari empat gugusan pulau yang berdekatan dan terletak di barat bagian Kepala burung atau vogelkoop keempat pulau Raja Ampat ini sendiri yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Kepulauan Raja Ampat menjadi sangat unik jika dilihat dari legenda yang menghiasinya. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Raja Ampat jika dari bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai “empat raja”. Empat raja yang dimaksudkan adalah Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta.

Di dalam legenda tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu ada sepasang suami-istri hidup dengan sederhana. Sepasang suami istri tersebut tinggal di Teluk Kabui Kampung Wawiyai. Sehari-hari mereka bekerja sebagai perambah hutan. Mereka pergi ke hutan untuk mencari makan. Mereka masuk ke hutan dan berharap mereka akan mendapatkan apa yang diharapkan. Ketika dalam perjalanan, sepasang suami istri tersebut lelah. Da mereka pun melepas lelah ketika mereka sampai di tepi Sungai Waikeo. Ketika beristirahat, mereka tidak sengaja menemukan 6 buah telur naga di tepi sungai Waikeo tersebut yang letaknya tak jauh dari tempat mereka beristirahat. Kemudian, mereka mendekati enam butir telur tersebut dan ketika didekati ternyata keenam telur tersebut merupakan telur dari naga.Karena di saat itu mereka lapar, mereka pun berniat untuk memasak enak butir telur tesebut. Namun, karena merasa bahwa telur yang ditemukannya aneh,mereka pun mengurungkan niat untuk memakainya. Mereka pun pulang dan menyimpan telur tersebut di dalam kamar.

waktu mulai berganti dan malam pun tiba. Telur-telur yang mereka simpan di dalam kamar mengeluarkan suara aneh seperti suara bisikan. Mendengar hal aneh tersebut, sepasang suami istri tersebut penasaran dan mencoba mengintip telur-teur tersebut dari balik pintu. Setelah melihat telur tersebut,mereka kaget karena menemukan lima dari enam telur tersebut telah berubah menjadi manusia. Empat dari lima anak tersebut berjenis kelamin laki-lki dan satunya lagi perempuan. Kelima anak tersebut memakai pakaian halus bak pakaian keturunan putra-putri raja.Kemudian, anak-anak yang menetas dari telur naga tadi mereka beri nama War, Betani, Dohar, dan Muhammad. Sementara yang perempuan diberi nama Pintolee. Semuanya mereka asuh layaknya keturunan mereka sendiri.

Setelah beranak dewasa, keempat anak laki-laki itu menjadi tumbuh dengan sangat baik. Mereka kemudian menjadi raja di daerah tersebut dan meerintah dengan sangat bijaksana. Suatu hari, anak perempuan yang menetas dari telur naga tersebut ditemukan sedang hamil. Kemudian, anak perempuan tersebut mengeluarkan dua buah telur. Setelah kakak-kakak Pintolee(anak perempuan) tersebut tahu, mereka pun meletakkan satu dari telur tersebut kedalam kulit kerang dengan ukuran besar, kemudian mereka menghanyutkan telur tersebut hingga terdampar di sebuah pulau yang saat ini diberi nama Pulau Numfor. Sedangkan yang satunya, tidak menetas melainkan berubah menjadi batu. Kemudian batu tersebut mereka beri nama Kapatnai. Penduduk di daerah tersebut memperlakukan batu kapatnai itu lbak seorang raja. Mereka kemudian member ruangan sebagai tempat untuk bersemayam dan meletakkan dua buah batu di samping batu kapatnai tersebut sebagai bentuk pengawalan terhadap persemayaman tersebut. Hingga saat ini, mereka masih menghormati keberadaan batu tersebut dan menjadi objek untuk pemujaan. Itulah tadi asal-usul dari kepulauan Raja Ampat. Cerita asal-usul tersebut di dapat dari masyarakat setempat yang telah diceritakan secara turun-temurun, dan masih banyak lagi destinasi wisata alam yang ingin anda kunjungi di Pulau Raja Ampat.

Leave a Reply